Mon, 06 September 2010  
 

Sekretariat DPN

Jln. Buncit Raya 9B Jakarta Selatan 12740, Indonesia
Phone : 021-791 90885
Fax : 021-799 3064
Email : partai.karyaperjuangan@yahoo.co.id

Pakarpangan Facebook PakarPangan  
Twitter Twitter Pakarpangan    

 
 
 

Pengurus DPN


Letnan Jenderal TNI(Purn)
H. Muhammad Yasin
Ketua Umum

J. A. Kumaat
Sekretaris jenderal

Dwinita Feby Purnamayanti, SE
Bendahara Umum

Donny R. Lumingas
Ketua I
Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan

Nikson Gans Lalu, SH, MH
Ketua II
Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu

Mayjend TNI (Purn). Mulya Setiawan
Ketua III
Bidang Dalam Negeri dan Pengembangan Otda

Koesnadi Kardi, MSc. Rcds
Ketua IV
Bidang Hankam dan Kebijakan Luar Negeri

Erick Paat, SH.
Ketua V
Bidang Kesra, Hukum, dan Hak Azazi Manusia

Fanny Srikandini
Ketua VI
Bidang Pemberdayaan Perempuan

Lucky Runtuwene, SE.
Ketua VII
Bidang Informasi dan Komunikasi

Hasbullah
Ketua VIII
Bidang Pendidikan dan Kebudayaan

-
Ketua IX
Bidang Ekonomi

Tris Suryawan. A
Ketua X
Bidang Kepemudaan
 
 
 
 
 
 

Mars Pakar Pangan

 

Jacko : Benahi Sistem Drainase

Tanggal : 01 Feb 2010

Manado — Bakal calon wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Andre Kumaat mengaku prihatin atas buruknya sistem drainase, sehingga dapat menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota Manado. Meski banjir di Manado dan sekitarnya belum masuk dalam kondisi luar biasa, namun jika ini berlanjut, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi pengembangan investasi dan pembangunan Sulut.

”Kalangan investor tentunya ingin adanya kemudahan dan kenyamanan berinvestasi,” kata Jacko—sapaan akrab Jackson—kepada pers (31/1) di Manado. Ia mengatakan hal itu, menanggapi genangan air yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Manado, menyusul hujan deras yang turun beberapa hari terakhir.

Menurut dia, sistem drainase merupakan tanggung jawab pemerintah kota dan pemerintah Sulut, karena genangan air juga akibat kiriman air dari daerah hulu. ”Perlu ada kerja sama antara pemerintah kota Manado, Tomohon dan Minahasa Raya,” kata dia.

Jacko berpendapat, munculnya genangan air setinggi lutut orang dewasa di Jalan Piere Tendean, disebabkan oleh minimnya perawatan drainase pasca pembangunan reklamasi pantai.

Ia juga mengungkapkan, kota Manado secara geografis mirip seperti Jakarta yang dikelilingi pegunungan, sehingga menjadi hilir dari daerah aliran sungai (DAS). Jika wilayah Manado tidak hujan tapi sekelilingnya atau di hilir turun hujan deras, maka Manado bisa ketiban masalah banjir kiriman.

Jacko menolak anggapan, jika persoalan banjir dan ancaman longsor di Manado di saat musim penghujan, hanya sebatas kebijakan pemerintah setempat. Untuk itu, tegas dia, jajaran pemerintah harus duduk bersama mengatasi banjir, agar tidak menjadi lebih buruk di masa mendatang.

”Kita harus belajar dari kasus banjir di Jakarta, yang pada akhirnya harus ada koordinasi antara pemerintah daerah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Ketika akhirnya perlu banjir kanal timur (BKT), barulah pemerintah pusat turun tangan,” ujarnya.

Pemprov Sulut, kata dia, dinilai belum terlambat untuk membenahi sistem drainase, karena musim penghujan kerap menyebabkan banjir. Ia menegaskan, siapa pun yang terpilih sebagai gubernur dan wagub pada Pilkada 2010 nanti, harus mampu ‘menjembatani ‘ persoalan sama yang dihadapi jajaran pemerintah.

”Lebih baik terlambat mengatasi banji, daripada diam hingga jatuh koran akibat banjir,” tandas dia. (*)

sumber: 

http://beritamanado.com/2010/02/01/jacko-benahi-sistem-drainase/